Di sekitar anda, anda pasti sering melihat atau bahkan berkomunikasi dengan para penyandang disabilitas. Hal ini tentu menunjukkan bahwa ada banyak para penyandang disabilitas yang ada di sekitar Anda kompasiana. Namun, pernahkah anda menyadari seberapa banyak para penyandang disabilitas yang mampu mendapatkan pekerjaan yang baik? Padahal, mereka juga tetap memiliki hak dan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan. Dengan kemampuan yang dimiliki, mereka akan bisa mengerjakan tugas mereka dengan baik.

Untuk anda yang masih belum mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan disabilitas? Maka, di sini akan dijelaskan secara bertahap. Pertama, apa arti disabilitas itu sendiri? Kecacatan adalah kondisi atau kualitas yang terkait dengan orang tertentu. Kecacatan hadir ketika kegiatan biasanya dilakukan oleh orang-orang (seperti berjalan, berbicara, membaca atau belajar) dengan cara tertentu dibatasi. Dengan demikian, seseorang dengan kebutaan bawaan memiliki cacat, seperti halnya seseorang yang harus menggunakan kursi roda untuk tujuan mobilitas. Ada juga beberapa kecacatan lain belum tentu jelas, misalnya, cedera otak yang didapat atau depresi kronis.

Dalam kehidupan sehari-hari, beberapa orang menggunakan istilah cacat atau menyebut penyandang disabilitas sebagai cacat. Istilah pertama – cacat – mengacu pada hambatan yang dikenakan pada orang-orang oleh beberapa kendala di lingkungan. Seseorang inilah yang membutuhkan berbagai akses untuk bisa tetap menjalankan mobilitas mereka di manapun mereka berada. Misalnya saja di bangunan-bangunan tua yang kurang landai untuk akses kursi roda, ini tentu akan menghadirkan hambatan bagi orang-orang yang menggunakan kursi roda.

Dalam hal ini, seorang pengguna kursi roda, tentunya mobilitasnya melalui penggunaan kursi rodanya terganggu, karena tidak ada akses yang mereka miliki. Namun, dia sebenarnya tidak cacat; melainkan, unsur cacat ada di lingkungan, bukan di dalam dirinya. Maka, jika anda masih melihat orang yang memiliki kekurangan adalah orang yang cacat, maka anda salah. Pastikan dulu bahwa lingkungan atau tempat di mana ia bisa melakukan mobilitas tersebut telah sempurna dan ia bisa melakukan mobilitasnya dengan mudah sehingga tidak merepotkan banyak orang di sekitarnya.